Ria Irawan dan Perjuangannya Melawan Kanker

Ria Irawan dan Perjuangannya Melawan Kanker
Ria Irawan dan Perjuangannya Melawan Kanker

Artis Chandra Dewi Ariati alias Ria Irawan harus lagi menjalani perawatan di rumah sakit untuk sakit kanker yang dideritanya.

Ada tahun, Ria mengatakan kondisinya membaik dan sel-sel kanker dalam tubuh berhasil disembuhkan.

Sekarang, sel-sel kanker dalam penyebaran tubuh Ria ke organ lain dan ia kembali ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Salemba, Jakarta.

Dalam sejumlah kesempatan dan sosial account media mereka, Ria selalu setuju pada proses pengobatan itu menjalani.

Hal ini juga membentang pikiran untuk penderita kanker lain untuk berjuang bersama-sama.

Kanker Putusan
Pada satu kesempatan, Ria sempat menceritakan kisah penyakitnya.

Ria mengatakan, awalnya, pada tahun 2009, ia tahu ada mioma di rahim.

“Saya melihat berbiasa selamat dari kehidupan kanker ketika saya didiagnosa (menderita) kanker, bagi saya, (itu) bukan sesuatu yang mengejutkan,” pernyataan itu pernah diungkapkan Ria, 10 Januari 2016, kota baru Harian Kompas, 18 Januari 2015

Namun, ketika itu Ria menghindari harus melakukan histerektomi.

Sampai saat itu, ia telah didiagnosis dengan kanker endometrium atau kanker endometrium.

September 30, 2014, Ria menjalani operasi pengangkatan rahim. Dokter juga melakukan biopsi.

Dari sana, kita tahu bahwa tubuh kanker Ria memiliki menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.

Ria membantu ovarium dihapus bersama dengan rahim.

“Kelenjar aktif ini. Jadi, kanker masih endometium tapi metastasenya (penyebaran) Lymphatic. Jadi (tahap) 3 C. Jika Anda memiliki 4 langkah itu (penyebaran) di otak, tulang, “kata Ria, seperti dilansir Kompas.com, 6 Januari 2015.

Namun, Ria dilakukan terhadap kanker getah bening yang dideritanya.

RIA tetap semangat bahwa dengan cermin dari bibi yang memiliki kanker dapat bertahan hidup selama beberapa dekade dan percaya sesuatu yang mirip terjadi padanya.

“Saya melihat saya berdenyut bibi sayang seperti itu dapat bertahan hidup selama beberapa dekade. Mengapa I-phon phon dan sedih”, kata Ria.

The Yag langkah cukup berat selama pegobatan tahap Ria crossing selalu menjaga semangatnya.

Sebagai contoh, ketika fase kemoterapi. Dia menyamarkan rasa tidak enak untuk makan.

“Jadi kemo coffe sambil makan sayuran atau kue beras. Karena jika diambil diam, sedih, melihat bisbol yang baik. Lebih nyaman bagi saya, ya, digunakan untuk makan”, kata Ria.

Ria juga mengatakan 3 kg berat badan.

Meskipun kemoterapi menyebabkan ketidaknyamanan, Ria sangat menyadari kemoterapi untuk pasien membantu sel-sel kanker tidak menyebar ke organ lain.

“Jika kemo bisbol, kanker di kemudian melarikan diri tulang, paru-paru, otak. Akan lebih sulit untuk menyembuhkan. Dengan demikian, kanker kronis, “kata Ria pada satu kesempatan, di Gedung The Jakarta Post, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Senin (2015/01/05).

“Jika kanker tidak bisa didoain cepat sembuh, deh, tapi enggak Doain menyebar,” katanya.

Berbagi semangat
Sebagai survivor kanker, Ria tidak hanya memelihara semangat untuk dirinya sendiri.

Dia bahkan membantu untuk memberi semangat kepada mereka yang juga menjalani kemoterapi.

Setiap hari, Ria masih melakukan kegiatan, menembak untuk menyelam.

Ria mengatakan, cerita tentang kanker masih sebagai “drama” seperti dalam film.

Dia memiliki peran dalam dua film tentang kanker ketika waktu Kedatangan dan Do tidak mengambil hidup saya.

“Yah, aku kebetulan anaknya Christine Hakim dan kanker Leni Marlina. Jadi enggak telah dihitung sebagai menakutkan, Anda tahu, “kata Ria, dikutip Kompas 21 Januari 2016.

Sejauh ini, Ria mengaku memiliki 12 siklus kemoterapi, radioterapi 25 kali, dan hilangnya rambut dua kali menderita dan harus botak.

Anak-anak Juga Berisiko Terkena Kanker Ovarium